Semangat Pembaharuan Kurikulum melalui In-House Training di SMP Islam Al-Irsyad Gandrungmangu
30 Juli 2026 – Pada hari yang penuh semangat ini, civitas akademika SMP Islam Al-Irsyad Gandrungmangu menggelar kegiatan In-House Training (IHT) yang berfokus pada peningkatan kapasitas pedagogis para tenaga pendidik. Demi kelancaran dan fokus kegiatan, para siswa diimbau untuk belajar mandiri di rumah. Kesempatan ini dimanfaatkan secara optimal oleh para guru untuk kembali duduk bersama, memperdalam pemahaman mengenai penyusunan kurikulum dan tata kelola pembelajaran yang lebih efektif.
Kegiatan IHT kali ini terasa sangat istimewa karena menghadirkan Pengawas Pendamping, Bapak Ahmad Dahlan, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Hadir sejak pagi hari, beliau mendampingi seluruh peserta dengan memberikan arahan mendalam serta motivasi untuk terus bertransformasi demi kemajuan kualitas pendidikan di sekolah. Kehadiran beliau menjadi dorongan moral yang kuat bagi para pendidik untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan perencanaan pembelajaran sesuai dengan regulasi terbaru.
Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, rangkaian acara IHT berlangsung secara maraton mulai pukul 08.00 pagi hingga berakhir pada pukul 15.00 sore. Selama tujuh jam penuh, suasana aula pertemuan diisi dengan diskusi yang dinamis, pemaparan materi, hingga simulasi penyusunan dokumen. Seluruh peserta yang terdiri dari guru-guru SMP Islam Al-Irsyad Gandrungmangu tampak antusias menyimak dan aktif memberikan masukan demi menyelaraskan visi pembelajaran di sekolah.
Fokus pembahasan utama pada pertemuan IHT hari ini tertuju pada perancangan dan penyusunan perencanaan kokurikuler. Pembahasan mengenai kegiatan kokurikuler ini ternyata memerlukan pencermatan mendalam, mengingat perannya yang sangat vital dalam menguatkan karakter dan capaian kompetensi siswa di luar jam tatap muka reguler. Guru-guru diajak untuk merancang kegiatan yang relevan, terintegrasi, dan menarik bagi peserta didik.
Dikarenakan cakupan materi kokurikuler yang sangat luas dan kompleks, ruang diskusi berjalan dengan sangat intens. Setiap detail perencanaan, mulai dari pemetaan tema, alokasi waktu, pembiayaan, hingga teknik asesmen dibahas secara terperinci. Hal ini menyebabkan pembahasan perencanaan kokurikuler memakan porsi waktu yang cukup besar sepanjang pelaksanaan IHT dari pagi hingga sore hari.
Dampak dari padatnya materi kokurikuler tersebut membuat agenda lain, yaitu pembahasan peran dan perencanaan guru wali, belum sempat terbahas dalam sesi IHT kali ini. Meski demikian, keterbatasan waktu ini tidak mengurangi esensi dari kegiatan yang telah berlangsung. Evaluasi dan keputusan penetapan kokurikuler yang matang justru menjadi fondasi yang kokoh sebelum melangkah ke pembahasan peran wali kelas di sesi berikutnya.
Kegiatan In-House Training ditutup tepat pada pukul 15.00
