SMP Islam Al-Irsyad Gandrungmangu sukses menyelenggarakan kegiatan outing class yang edukatif dan penuh keceriaan pada tanggal 14 hingga 17 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 sebagai bagian dari program kokurikuler sekolah. Melalui perjalanan ini, para siswa diajak untuk belajar langsung di lapangan, memperluas wawasan, serta mempererat tali silaturahmi antar-angkatan dalam suasana yang menyenangkan di luar lingkungan sekolah.
Perjalanan dimulai dengan destinasi pertama di Ibu Kota, yakni kawasan Ancol Taman Impian. Di sana, para siswa mengeksplorasi keajaiban bawah laut di Samudra Ancol, menyaksikan berbagai atraksi biota laut yang mengagumkan. Tak hanya belajar tentang ekosistem air, keceriaan berlanjut saat mereka menikmati hembusan angin dan suasana santai di Pantai Ancol. Momen ini menjadi pembuka perjalanan yang menyegarkan sekaligus memicu rasa ingin tahu siswa tentang kekayaan alam Indonesia.
Setelah seharian beraktivitas, para siswa beristirahat dengan nyaman di Hotel Horison Arcadia, Jakarta Pusat. Selama menginap, kedisiplinan dan kemandirian siswa tetap terjaga melalui pembagian kelompok yang terorganisir. Peserta dibagi menjadi 7 kelompok utama, yang terdiri dari 3 kelompok putri dan 4 kelompok putra. Pendampingan intensif dari para guru memastikan setiap anak mendapatkan pengalaman menginap yang aman, tertib, dan tetap dalam koridor nilai-nilai keislaman.
Memasuki hari kedua, semangat para siswa semakin membara saat mengunjungi Monumen Nasional (Monas). Di sini, mereka belajar tentang sejarah perjuangan bangsa sambil menikmati pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Destinasi berikutnya adalah Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di tempat ini, teori-teori sains yang biasanya mereka pelajari di kelas menjadi nyata melalui berbagai alat peraga interaktif yang edukatif.
Perjalanan edukasi sejarah berlanjut ke Museum Pancasila Sakti di Lubang Buaya. Kunjungan ini menjadi momen refleksi yang mendalam bagi para siswa untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi dan memahami pentingnya menjaga ideologi bangsa. Dengan melihat langsung diorama dan bukti sejarah, nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme diharapkan dapat tertanam lebih kuat di dalam jiwa setiap siswa SMP Islam Al-Irsyad.
Sebagai penutup rangkaian perjalanan sebelum kembali ke Gandrungmangu, rombongan bertolak menuju Bandung, tepatnya ke kawasan Cibaduyut. Di pusat kerajinan kulit yang legendaris ini, para siswa berkesempatan untuk berbelanja oleh-oleh sekaligus melihat geliat ekonomi kreatif masyarakat lokal. Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi anak-anak untuk melatih kecakapan bersosialisasi dan mengelola keuangan pribadi dalam berbelanja.
Sepanjang pelaksanaan outing class dari tanggal 14 hingga 17 Desember, raut wajah bahagia terpancar jelas dari seluruh peserta. Meskipun jadwal kegiatan cukup padat, rasa lelah seolah tertutup oleh kegembiraan bisa belajar bersama teman-teman di tempat-tempat ikonik. Gelak tawa dan diskusi ringan mewarnai setiap perpindahan lokasi, menandakan bahwa tujuan utama kegiatan ini untuk memberikan penyegaran pikiran setelah rutinitas belajar telah tercapai dengan baik.
Secara keseluruhan, kegiatan kokurikuler ini tidak hanya sekadar wisata biasa, namun merupakan laboratorium kehidupan bagi siswa SMP Islam Al-Irsyad Gandrungmangu. Dengan mengombinasikan unsur sejarah, teknologi, alam, dan kemandirian, sekolah berharap para siswa pulang membawa kenangan indah serta ilmu baru yang bermanfaat. Sampai jumpa di kegiatan outing class berikutnya dengan destinasi yang tak kalah inspiratif!
