
Menumbuhkan Jiwa Pemimpin: SMP Islam Al-Irsyad Gandrungmangu Gelar Kegiatan LDKS 2025
29 Oktober 2025 – Dalam rangka membentuk karakter dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan di kalangan siswa, SMP Islam Al-Irsyad Gandrungmangu mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada bulan November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus OSIS terpilih dan perwakilan siswa yang siap mengemban tanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan sekolah.
Acara berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Sejak pagi, peserta telah berkumpul di aula sekolah dengan mengenakan seragam rapi dan membawa perlengkapan kegiatan. LDKS dibuka secara resmi oleh kepala sekolah, Ustadzah Titien Maryati, S.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memiliki jiwa kepemimpinan yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab. Beliau juga berpesan agar peserta mampu meneladani sikap Rasulullah sebagai pemimpin yang amanah dan penuh kasih.
Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan Bapak Jarwo, perwakilan dari Polsek Gandrungmangu. Dalam penyampaian materinya, beliau membahas tiga topik penting, yaitu kepemimpinan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), dan bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan tegas, beliau berhasil menarik perhatian peserta dan menumbuhkan semangat disiplin serta tanggung jawab di dalam diri siswa.
Materi tentang kepemimpinan disampaikan dengan penekanan pada pentingnya menjadi teladan bagi teman sebaya. Menurut beliau, pemimpin yang baik bukan hanya pandai memerintah, tetapi mampu memberi contoh dan menggerakkan orang lain menuju kebaikan. Para peserta juga diajak berdiskusi tentang karakter pemimpin yang ideal di lingkungan sekolah dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, kegiatan latihan PBB menjadi sesi yang paling menarik dan penuh energi. Para peserta diajak mempraktikkan gerakan baris-berbaris dengan disiplin tinggi. Suasana menjadi hidup dengan aba-aba yang lantang dan semangat dari para peserta. Latihan ini tidak hanya melatih kekompakan dan ketegasan, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kedisiplinan yang merupakan fondasi utama seorang pemimpin.
Pada sesi terakhir, Bapak Jarwo menyampaikan materi tentang bahaya NAPZA. Beliau menjelaskan dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, mental, dan masa depan generasi muda. Peserta diberikan motivasi untuk menjauhi segala bentuk pergaulan yang mengarah pada penyimpangan serta diajak berkomitmen menjadi pelajar yang bersih dari narkoba dan menjadi contoh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan LDKS ditutup dengan refleksi dan doa bersama. Para peserta menyampaikan kesan dan pesan yang penuh makna setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengurus OSIS dan seluruh peserta dapat menjadi pemimpin muda yang berakhlak, disiplin, tangguh, serta mampu membawa perubahan positif bagi sekolah dan lingkungannya. Semangat kepemimpinan yang tertanam diharapkan terus tumbuh dan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka.
