WhatsApp Image 2025-12-27 at 16.14.45

Perkuat Kompetensi Pendidik, Yayasan Sosial Al-Irsyad Cilacap Gelar Pelatihan Guru Sesi 2

Yayasan Sosial Al-Irsyad Cilacap sukses menggelar Pelatihan Penguatan Guru Sesi 2 yang bertempat di Aula SD Islam Al-Irsyad Cilacap 02. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 23 hingga 24 Desember 2025 ini secara khusus ditujukan bagi para guru yang belum mengikuti pelatihan penguatan pada sesi sebelumnya. Dengan menghadirkan Ustadz Dwi Agus Wahyono, S.Ag. sebagai narasumber, suasana aula tampak hidup dengan antusiasme para pendidik yang siap menyerap ilmu baru demi kemajuan kualitas pembelajaran di kelas.

Pada hari pertama, Ustadz Dwi Agus Wahyono memaparkan bahwa menghafal bukan lagi tentang pengulangan kata yang membosankan, melainkan tentang kreativitas. Salah satu teknik utama yang diperkenalkan adalah Sistem Cerita. Melalui metode ini, materi pelajaran yang sangat panjang dan rumit diubah menjadi sebuah narasi atau alur cerita yang menarik. Dengan membangun imajinasi lewat cerita, guru dapat membantu siswa mengikat memori mereka dengan lebih kuat dan menyenangkan.

Selain bercerita, para peserta juga dibekali dengan Sistem Lokasi. Teknik ini mengajarkan guru untuk mengaitkan materi hafalan dengan titik-titik lokasi atau tempat yang sudah dikenal oleh siswa. Pendekatan ini semakin dipermudah dengan penggunaan kosakata benda sehari-hari sebagai jembatan ingatan. Dengan menyingkat materi menggunakan benda-benda yang ada di sekitar, hal-hal yang sebelumnya terasa abstrak menjadi lebih nyata dan jauh lebih mudah untuk diingat kembali oleh para siswa.

Ketiga sistem tersebut—cerita, lokasi, dan benda—merupakan paket cara jitu untuk menguasai teknik menghafal tingkat tinggi. Ustadz Dwi Agus menekankan bahwa jika seorang guru mampu menyederhanakan materi yang panjang menjadi poin-poin sederhana yang akrab di telinga siswa, maka hambatan belajar dapat diminimalisir. Praktik langsung yang dilakukan di Aula SD Islam Al-Irsyad Cilacap 02 ini memberikan gambaran nyata bagi guru betapa efektifnya metode ini jika diterapkan secara konsisten.

Memasuki hari kedua pelatihan, fokus beralih pada penguasaan Sistem Angka. Di sesi ini, narasumber mengajak para guru untuk mengubah deretan angka yang kaku menjadi simbol-simbol visual yang bermakna. Hal ini dilakukan karena otak manusia cenderung lebih mudah menangkap gambar dibandingkan angka atau simbol abstrak. Dengan konversi ini, materi-materi yang melibatkan data atau sejarah tidak lagi menjadi momok bagi siswa, melainkan menjadi sesi belajar yang penuh tantangan kreatif.

Tak kalah penting, Ustadz Dwi Agus juga membimbing para peserta dalam pembuatan Mind Mapping atau peta pikiran. Beliau menjelaskan sebuah konsep menarik bahwa “makanan otak manusia adalah warna.” Penggunaan warna-warna yang kontras dan cerah dalam mind mapping terbukti mampu mengaktifkan sel-sel saraf otak secara lebih optimal. Dengan peta pikiran yang berwarna-warni, informasi yang kompleks dapat dipetakan secara terstruktur sehingga mempermudah proses pemahaman sekaligus penyimpanan data di dalam otak.

Penutupan pelatihan di Aula SD Islam Al-Irsyad Cilacap 02 ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta. Yayasan Sosial Al-Irsyad Cilacap berharap, ilmu yang telah dibagikan oleh Ustadz Dwi Agus Wahyono, S.Ag. dapat segera diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan penguasaan teknik menghafal jitu dan visualisasi materi yang kreatif, diharapkan para guru mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki daya ingat dan kreativitas yang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Awali Semester Genap, [Nama Seko...
Perkuat Kompetensi Pendidik, Yay...
Momen Evaluasi dan Sinergi: Peng...
Kemeriahan Puncak Hari Guru: Sin...
Kembali dengan Cerita: Refleksi ...
Kembali ke Fitrah: Suasana Khidm...

Hubungi kami di : 0838-4461-2207

Kirim email ke kamialirsyadgandrung@gmail.com