WhatsApp Image 2026-04-14 at 08.44.44 (1)

Belajar, Berkarya, dan Beribadah: Dauroh Ummahat Jadi Momen Berharga

11-13 Maret 2026 – Kegiatan Dauroh Ummahat kembali dilaksanakan sebagai agenda rutin setiap bulan Ramadhan bagi para ustadzah atau guru perempuan di lingkungan Al-Irsyad. Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan keilmuan, kebersamaan, serta memperkuat spiritualitas di tengah kesibukan mendidik. Sementara itu, para guru laki-laki melaksanakan i’tikaf di Masjid Al-Ishlah Cilacap, sehingga Dauroh Ummahat menjadi momen khusus bagi para ustadzah untuk tetap produktif dalam suasana Ramadhan.

Pada tahun ini, Dauroh Ummahat dilaksanakan selama tiga hari dengan penuh semangat dan antusiasme. TK Islam Al-Irsyad Gintungreja dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Sebelumnya, kegiatan ini pernah dilaksanakan di jenjang Sekolah Dasar, dan direncanakan tahun mendatang akan dilaksanakan di tingkat Sekolah Menengah Pertama sebagai bentuk pemerataan tempat dan kebersamaan antarunit.

Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan yang khidmat dan penuh kekhusyukan. Para peserta memulai rangkaian acara dengan tadarus Al-Qur’an bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat dhuha. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal, mencerminkan semangat Ramadhan yang sarat dengan nilai ibadah dan kebersamaan.

Setelah rangkaian ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama bertema muamalah di dunia digital yang disampaikan oleh Ustadz Zainal Abidin, Lc. Dalam materinya, beliau mengajak para ustadzah untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berinteraksi di dunia digital, serta menekankan pentingnya menjaga etika dan nilai-nilai Islam dalam penggunaan teknologi.

Memasuki hari kedua, para peserta mendapatkan materi yang tak kalah penting, yaitu tentang kesehatan yang disampaikan oleh seorang bidan profesional. Materi ini memberikan wawasan seputar pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi perempuan yang memiliki peran ganda sebagai pendidik dan pengelola keluarga. Para peserta mengikuti sesi ini dengan antusias dan aktif berdiskusi.

Pada hari ketiga, kegiatan diisi dengan sesi yang lebih kreatif dan menyenangkan, yaitu pelatihan membuat kerajinan macrame bersama pembicara Kak Ari. Dalam sesi ini, para ustadzah tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga merasakan suasana santai yang tetap produktif. Hasil karya yang dibuat menjadi kenang-kenangan sekaligus inspirasi untuk mengembangkan kreativitas.

Melalui kegiatan Dauroh Ummahat ini, diharapkan para ustadzah dapat semakin meningkatkan kualitas diri, baik dari segi keilmuan, kesehatan, maupun keterampilan. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi kekuatan tersendiri dalam mempererat ukhuwah. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Antusias dan Siap, Siswa Kelas 9...
Hari Pertama yang Berkesan: Apel...
Langkah Kecil, Dampak Besar: Baz...
Belajar, Berkarya, dan Beribadah...
Gladi Bersih TKA 2026: Ikhtiar M...
Dua Hari Penuh Makna: Pesantren ...

Hubungi kami di : 0838-4461-2207

Kirim email ke kamialirsyadgandrung@gmail.com